Stories

Makanan Super Murah di Jepang

Discount 50% after 6PM?

Sesungguhnya, hal ini aku baru tahu pada saat aku traveling ke Jepang. Waktu itu, aku sampai di Osaka sekitar jam 23.35 dan bingung mau beli makan apa karena jam sudah menjelang pagi tapi perut lapar. Untungnya, dibawah Kansai Airport Washington Hotel , hotel tempat aku menginap ada Lawson yang buka 24 jam. Langsung aku beli dua onigiri dan satu gelas kopi. Dan yang buat aku amaze adalah .. kita hanya membayar 50% dari harga normal untuk hampir seluruh makanan yang dijual. Jadi, aku hanya membayar 100 Yen atau sekitar Rp. 10,000 untuk satu onigiri. “Ah gak bakal kenyang, cuman 100 Yen harganya, isinya pasti cuman sedikit”, pikiranku pada saat cek harga. Tapi ternyata pikiranku SALAH!!!! Onigiri yang aku beli, kepalan nasi-nya sangat padat dan isinya pun kita bisa memilih. Ada tuna, udang mayonnaise, dll. Dua rasa itu yang aku beli dan hasilnya baru makan satu onigiri sudah terasa kenyang. Ini tips jitu untuk traveling ke Jepang dengan biaya ekonomis. Kamu bisa beli apapun makanan pada malam hari untuk bekal makan pagi keesokkan hari-nya. Toh, yang dijual pun tidak mungkin makanan yang sudah kadaluarsa. Jadi, kualitas makanannya pun sudah pasti masih bagus meskipun harga-nya sangat bagus! hahaha ….

Onigiri & Coffee

Hampir semua kopi instan yang dijual di Jepang, kemasannya sangat lucu dan unik. Meskipun kadang ada tulisan-tulisan yang tidak aku mengerti, tapi pasti ada huruf latin yang menjelaskan kopi itu rasa apa. Itu sudah cukup membantuku dalam memilih rasa kopi. Harga-nya pun cukup membahagiakan, sekitar 200 – 300 Yen tergantung seberapa besar kemasan yang dibeli. Alasan pertama aku membeli Caffe Latte Mt. Rainier kemasan gelas plastik karena design botol yang unik dan elegan plus kemasannya cukup besar. Siapa yang bisa nolak, kalau menemukan minuman dalam porsi besar, kemasan yang unik dan harga super terjangkau. Dan ternyata rasanya enak sekali. Rasa kopinya masih terasa meskipun dicampur susu. Dan hasilnya aku rajin membeli Caffe Latte ini di perjalanan explore Jepang.

Selain itu, ada restoran di Osaka yang cukup membuat aku berhenti tidak berani masuk karena tempatnya apik dan elegan. Aku pikir harganya mahal karena pintunya pun sudah cukup “welcome”. Suasana-nya pun cukup ramai dengan para lelaki pulang kerja berkumpul minum sake bersama. Hal yang aku pikirkan adalah “tempat makan mewah bagi bapak-bapak sukses”. Selain itu, yang membuat aku lebih tidak pede adalah tidak ada satu pun huruf yang dapat aku mengerti. Hanya tulisan 299 saja yang aku pahami. Dan akhirnya aku beranikan masuk ke restoran ini karena gambar makanannya cukup menggiurkan. Ternyata, 299 Yen untuk harga per satu porsi dengan ukuran sedang. Jadi, akan sangat menyenangkan kalau konsep makannya sharing. Menurutku, makanannya sangat enak dan porsi-nya pas untuk sharing dua orang. Hanya, bagi kalian yang sangat menyukai chilli powder, jenis cabai yang disediakan berbeda yaitu berwarna hijau dan tidak pedas. Tapi tetap enak kok!

Dikarenakan, aku tidak bisa membaca nama restoran ini sesungguhnya, jadi aku tidak tahu nama latinnya. Sebut saja restoran 299. Haha… Kamu bisa menemukannya dibeberapa wilayah di Osaka.

Nasi tahu adalah makanan kesukaanku di Kyoto. Aku menemukan restoran yang menyediakan makanan ini didalam kawasan Sanjusangendo, Buddhist Temple di Higashiyama district. Rasanya sangat enak dan memberi kesan home made. Meskipun porsi terlihat kecil, tapi sangat pas untuk sharing dua orang. Pelayanannya pun sangat ramah, ibu-ibu setengah baya yang melayani kami sangat mengerti kalau kami ingin makan dengan konsep sharing. Tidak ada jutek dan kesal, malah langsung memberikan piring kosong kepada kami. Harga-nya pun sangat menyenangkan, hanya berkisar 250 – 300 Yen. Murah bukan ?

Nasi tahu

So, masih banyak makanan-makanan menarik di Jepang yang dapat kita explore ! Let’s go!!!!!!

Advertisements

Leave a Reply