Sejarah Kretek di House of Sampoerna

Mengunjungi museum merupakan hal yang wajib saya lakukan ketika traveling. Saya memang sangat suka dengan sejarah sehingga berkunjung ke museum dapat memperkaya saya dengan sejarah atau cerita masa lampau di tempat yang saya kunjungi.

Pada perjalanan saya ke Surabaya, saya mencari museum di Surabaya yang buka untuk umum dan yang unik.

Saya mendapatkan informasi mengenai House of Sampoerna di website mereka. Menurut saya museum ini cukup unik dan saya pun langsung meluncur ke museum kretek Indonesia. Mereka pun menyediakan free shuttle bus untuk mengelilingi kota Surabaya. Kalian dapat juga melihat cerita tentang museum ini di vlog saya. Boleh langsung di klik link diatas ya.

House of Sampoerna, museum di Surabaya yang pertama kali saya kunjungi

Berlokasi di jalan Taman Sampoerna 6, House of Sampoerna memiliki beberapa gedung dengan fungsi yang berbeda-beda. Mulai dari pintu masuk, kami dapat mengunjungi Museum Kretek Indonesia, coffee house Tanamera, art gallery, residences, dan tempat jual cinderamata.

Kalau kita lihat bangunan House of Sampoerna, gaya kolonial Belanda masih terlihat dengan jelas. Bangunan yang dibangun tahun 1862 dibeli oleh pendiri Sampoerna, Lim Seeng Tee, tahun 1932 dan dijadikan tempat pertama untuk produksi rokok Sampoerna.

Kawasan Museum Kretek Indonesia

dsc038798374125205269593783.jpg
Foto – foto di dalam House of Sampoerna

Kawasan museum terdiri dari 2 lantai dan terbuka untuk umum. Dan kita dapat mengetahui sejarah Sampoerna secara GRATIS. Seperti tercantum di website, kita diharuskan untuk membawa KTP, jadi be prepare ya …

Di lantai 1, kita dapat melihat replika warung rokok, sepeda tua yang digunakan oleh pendiri Sampoerna untuk berjualan rokok, peralatan marching band, cengkeh yang digunakan untuk membuat rokok, deretan foto dan benda-benda bersejarah lainnya. Seluruh peninggalan tersebut tertata sangat rapih sehingga kita pun dapat menikmatinya dengan nyaman.

Apabila kita ingin mengetahui informasi lebih detail, mereka menyediakan tour guide dan lagi-lagi for free. Tapi karena terlalu ramai di dalam museum, suara tour guide nya tidak terdengar dengan jelas sehingga banyak orang memilih untuk foto2. Selain tour guide, di setiap sudut banyak sekali mas dan mba yang siap membantu kita untuk menjelaskan tentang sejarah House of Sampoerna ini. Bagi kalian yang pergi sendiri dan ingin foto, mas dan mba pun dengan senang hati membantu untuk mengambil foto.

Setelah melihat-lihat di lantai 1, saya langsung menuju ke lantai 2. Di lantai 2 ini, kita dapat melihat film-film yang pernah diputar di bioskop House of Sampoerna pada tahun 1933-1963, research & development section, tempat souvenir dan kita pun dapat akses ke tempat melinting rokok.

Mesin linting tangan di House of Sampoerna

Surabaya Heritage Track

Surabaya Heritage Surabaya yang dapat mengantar para wisatawan berkeliling kota Surabaya

Selain kawasan museum, saya tertarik untuk mengikuti Surabaya Heritage Track. Apa sih ini? Di House of Sampoerna, mereka menyediakan bis kecil berwarna merah untuk mengitari kota Surabaya di sertai dengan tour guide untuk menjelaskan mengenai sejarah dari tempat-tempat yang dilewati. Service ini mereka berikan for free alias tanpa biaya sepeser pun. Untuk pendaftaran, kalian dapat langsung ke ruangan disebelah Tanamera Coffee House.

Namun, karena kemarin pas saya kesana itu waktu masa-masa liburan jadi sudah full booked. Jadi saya tidak mendapat kesempatan untuk menikmati Surabaya Heritage Track.

Menikmati Karya dari Seniman-Seniman

Penunjuk jalan di kawasan House of Sampoerna

Di kawasan House of Sampoerna ini ada galeri paviliun dan residences yang memperlihatkan karya-karya apik dari seniman-seniman. Setelah saya keluar dari museum, belok ke kanan saya melihat residences terlebih dahulu. Residences adalah tempat pameran karya-karya seniman yang pernah pameran di HOS. Jadi fungsinya tempat kenang-kenangan. Tempatnya memang tidak besar tapi kita dapat menikmati karya-karya unik dan menarik. Sudah pastinya ada tempat yang instagrammable.

Dibelakang residences ini ada galeri paviliun atau tempat pameran. Setiap bulan mereka memiliki tema yang berbeda-beda. Pada saat saya mengunjungi galeri paviliun, tema-nya tentang wanita / Ibu. Lukisan-lukisan nya sangat ok dan menarik. Padahal saya buka tipe orang yang menikmati luksian. Tapi, di galeri paviliun saya benar-benar enjoy lukisan dengan tema yang berbeda-beda.

Jangan Khawatir, mereka menyediakan tempat sholat

Bagi umat Muslim, ada musholla tepat disamping toko cinderamata. Tempatnya memang tidak luas tapi sangat memadai.

Coffee House Tanamera

Pintu masuk Coffee House Tanamera

Tempat terakhir yang saya kunjungi di kawasan House of Sampoerna adalah coffee house Tanamera yang terletak di bagian kanan dekat pintu masuk / sebelah Art Gallery. Style dari coffee house ini terkesan style tempoe doeloe banget. Dengan cahaya yang masuk terbatas, sehingga coffee house ini memberikan kesan romantis dan homey.

Di coffee house ini, mereka menyediakan berbagai jenis kopi dan makanan. Untuk range harga minuman adalah mulai dari harga Rp. 35,000 untuk minuman dan mulai dari harga Rp. 70 000 untuk makanan. Saya memesan flat white dan fried calamary. Untuk rasa flat white menurut saya cukup OK karena rasa kopi nya masih terasa dan rasanya tidak terlalu milky. Namun, untuk fried calamary menurut saya cukup mahal untuk porsi yang kecil. 1 porsi calamary ini Rp. 63,000 setelah tax. Kalau dari segi rasa cukup OK.

1 hal yang saya tidak suka dari Tanamera ini adalah hawa nya panas. Sehingga, kurang nyaman untuk duduk berlama-lama menghabiskan waktu didalam cafe ini.

Overall, saya sangat menyukai House of Sampoerna karena saya mendapatkan banyak informasi mengenai museum kretek Indonesia di Surabaya. Selain itu, saya dapat menikmati hal-hal lain di kawasan museum seperti menikmati makanan dan minuman di Tanamera Coffee House, melihat karya lukisan dari seniman-seniman dan hal-hal seru lainnya.

Enjoy your holiday in the museum. Thanks for reading.

Published by nikensmartini

I am just a girl who loves all beauty stuffs and traveling. And I am really addicted to a hot cappuccino.

13 thoughts on “Sejarah Kretek di House of Sampoerna

  1. Saya juga sangat suka wisata museum Mbak Niken. Apalagi kalau bangunannya itu tempoe doeloe. Saya makin senang karena bangunan lama ikut dilestarikan.
    Dan sayangnya, kok saya baru tau ada museum ini ya. Padahal saya 2 kali ke Surabaya. Next saya akan sempatkan ke sini, Mbak.

    Like

  2. Aku juga suka lihat bangunan tua. Semacam ada nuansa rasa gimana gituuu. Kemarin pas liburan di Surabaya ku juga hampir kesini tapi gak ngejar waktunya. Berkat panduan Mbak. Nanti ku kesana bisa pesen Heritage Tracknya dulu. Makaciiy ya Mbak 🤗

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: