Virus Corona membuat kita semua harus melakukan social distancing alias tinggal dirumah. Betah gak betah, ya harus tinggal dirumah. Virus ini juga yang membuat kita menjadi panik, ketakutan, dan banyak juga yang overthinking. Tapi, sesungguhnya kita dapat melihat sisi lain dari virus Corona ini.

Sebelum tulisan ini, saya pernah membahasnya di tulisan saya sebelumnya yang berjudul “Panic Attack during Coronavirus“. Kali ini saya ingin membahas tentang dibalik kisah Virus Corona.

Untuk mencegah cepatnya penyebaran virus Corona, beberapa negara sudah melakukan lockdown dan di Indonesia sudah dihimbau untuk melakukan social distancing. 

Apa itu Social Distancing?

Social Distancing Pic

Photo Doc. Suara.com

Berdasarkan informasi yang saya dapatkan dari suara.com, menurut Katie Pearce dari John Hopkins University, social distance adalah sebuat praktek dalam kesehatan masyarakat untuk mencegah orang sakit melakukan kontak dengan orang sehat untuk mengurangi peluang penularan penyakit. Cara-caranya dapat dilakukan seperti membatalkan acara kelompok, menutup ruang publik, serta menghindari keramaian.

Poin – poin yang harus diperhatikan pada waktu melakukan social distancing adalah :

  • Jauhi kerumunan
  • Kerja, belajar dan ibadah dirumah
  • Meminimalisir bersentuhan dan berdekatan dengan orang lain
  • Usahakan berjemur matahari di teras rumah
  • Pastikan sirkulasi udara sudah baik untuk menghindari udara lembab
  • Tunda dulu kegiatan-kegiatan yang berisi banyak orang, seperti arisan, reuni dan acara-acara lainnya.

Apa yang harus kita hadapi pada waktu melakukan Social Distancing?

Jujur, untuk saya yang terbiasa berkumpul dengan orang banyak dan nongkrong di cafe sambil nulis blog atau edit vlog agak canggung melakukan social distancing ini. #StayAtHome berhari-hari itu tidak sampai dipikiran saya kalau saya akan melakukan itu. Dan ini HARUS saya lakukan.

Hal – hal yang saya hadapi pada waktu melakukan social distancing adalah :

  • Bosan
  • Kegiatan keluar rumah jadi berkurang dan terbatas
  • Jadi “mager” alias males Gerak
  • Dan hal-hal negatif lainnya yang kerap hadir dipikiran saya

Tapi, apakah sesungguhnya dibalik Kisah Virus Corona ini?

Virus corona ini memang sangat menyeramkan, beberapa orang dapat sembuh namun tidak sedikit juga yang meninggal dunia. Tapi kita tidak boleh terpaku dikejadian yang menakutkan itu. Kita harus melihat dari sisi lain efek dari Virus Corona.

  • Hidup otomatis lebih sehat karena kita prefer untuk makanan makanan yang sehat dan minum minuman sehat. Selain itu, setiap kita masuk ke dalam gedung, badan kita di cek suhu.
  • Dengan melakukan social distancing, kita jadi lebih erat dengan keluarga, Anak-anak sekolah melakukan kegiatan belajar dirumah, membuat orang tua dapat membimbing secara langsung proses belajar mengajar tersebut.
  • Bagi orang tua yang melakukan work from home, mereka dapat memberikan pemahaman dan gambaran kepada anak-anak mereka tentang kewajiban orang tuanya harus melakukan pekerjaan meskipun mereka dirumah.

 

  • Jalanan menjadi sepi sehingga polusi berkurang dan dengan ini udara yang kita hirup pun lebih bersih dan sehat.
  • Dengan melakukan #StayAtHome maka alternatif untuk melakukan olahraga agar mengurangi kebosanan akan muncul. Dan hidup kita menjadi lebih sehat.
  • Rasa ketakutan pun menjadi berkurang kalau kita #StayAtHome sehingga immune kita pun dapat terjaga dengan baik.
  • Tidak bisa liburan? Sejujurnya, hal ini yang saya rasakan. Tapi, satu sisi saya berpikir bahwa liburan saya dapat ditunda, saya bisa nabung lebih banyak dan liburan saya nanti akan lebih bahagia dan sehat.

Jadi …

Be positive in anything you do

Care to others 

Do anything that we like

 

Advertisements