Werkspace | Lobby Hotel atau Coworking Space?

Bekerja dimana saja mungkin masih menjadi pilihan banyak orang terutama di masa pandemi ini. Karena mengurangi aktivitas diluar rumah atau lebih memilih tempat yang tidak begitu ramai untuk bekerja atau beraktivitas akan menjaga sistem imunitas tubuh kita terhadap virus yang berada dimana saja, termasuk virus corona atau #Covid-19.

Dengan melihat situasi dan kondisi saat ini, coworking space pun menjadi salah satu tempat pilihan bagi para pekerja agar lebih produktif di era #StayAtHome. Sebelumnya, saya membahas tentang CoHive Coworking Space (https://nikensmartini.com/2020/07/15/cohive-coworking-space-dengan-gaya-masa-kini/) dan di artikel saya kali ini, saya akan membahas tentang coworking space yang memberikan rasa bekerja di hotel bintang 5.

Werkspace

Werkspace Entrance

Jujur, saya baru pertama kali datang ke coworking space ini dan first impression saya adalah ”Wah ini lobby hotel atau coworking space ya?|”Tempat kerjanya dimana ya? Kok ini sofa semua.” Ya kira-kira itulah yang ada dibenak saya ketika saya menginjakkan kaki di bagian coworking space / daily pass – nya. Hahaha ….. mungkin saya terkesan norak tapi tempat ini benar-benar seperti lobby hotel.

Werkspace adalah coworking space dan juga office space yang berlokasi di 4 titik, yaitu Pluit, Kota Kasablanka, Soho Capital & Eiffel Tower PIK. Minggu lalu saya bekerja di Werkspace di Kota Kasablanka atau tepat nya di EightyEight Tower lantai 12. Gedungnya tepat disebelah Kota Kasablanka. Menurut saya, tempatnya sangat elegan dan cozy. Ini mungkin impresi awal saya ketika melihat bagian coworking-nya.

Saya mengambil layanan harian alias daily pass dimana saya bisa bekerja zona coworking space sampai dengan jam 5 sore. Harga yang harus saya bayarkan adalah Rp. 120,000 per hari dan rejeki saya pada hari itu karena saya mendapatkan diskon sehingga saya hanya membayar sebesar Rp. 100,000 sebelum pajak. Layanan yang dapatkan adalah koneksi wifi; teh dan kopi di pantry.

Apa saja layanan dari Werkspace?

Saya berbincang-bincang dengan front office Werkspace dan saya mendapatkan informasi mengenai layanan ditawarkan oleh Werkspace.

  • Meeting Room (Harga: Rp. 200,000 per jam)
  • Private Office (Harga: Start form Rp. 7,2 Juta per bulan. Dengan harga ini sudah termasuk meeting room selama 4 – 6 jam)
  • Dedicated Desk (Harga: Start form 2 juta per bulan. Harga tersebut sudah termasuk 3 jam meeting room setiap bulannya, 30 lembar fotokopi Black and White perbulan.

Untuk informasi lebih lengkapnya, kalian dapat langsung cek website resmi dari Werkspace ini yaitu di : https://www.werkspace.id/

Pengalaman saya bekerja di Werkspace

Jujur, ini kali pertama saya mengunjungi Werkspace untuk berkerja seharian penuh. First impression saya adalah “Wow tempat ini keren banget. Coworking space nya sudah seperti lobby hotel”. But wait, setelah 30 menit duduk coworking space section, impresi saya sedikit berubah terhadap tempat ini. Apakah itu?

Pantry di Werkspace
  • Memang, dibagian coworking space-nya keren dan elegan tapi menurut saya space nya terlalu kecil dan sempit untuk bekerja. Di bagian ini hanya tersedia 2 sofa besar, 3 single table dan 1 tempat duduk yang Panjang. Mungkin, memang coworking space bukan prioritas layanan yang mereka berikan dan mungkin juga para pekerja lebih prefer untuk menyewa ruang kantor dibanding coworking space.
  • Saya duduk di single table dan menurut saya tempat duduk dan meja memiliki ukuran yang tidak proposional. Atau bisa dikatakan bahwa meja dan kursinya bukan disiapkan untuk bekerja. Sehingga, saya merasa tidak nyaman dan punggung saya merasa pegal.
  • Namun, view-nya sangat indah. Sehingga, ketika bekerja kalian dapat langsung melihat view gedung-gedung megah.
  • Selain itu, pantry-nya pun sangat dekat baik dari bagian coworking space maupun dari bagian meeting room. Kebersihannya pun cukup terjaga karena setiap saat dibersihkan oleh mas-mas cleaning service dan juga jangan sedih karena mereka pun menyiapkan alat makan dan minum. Jadi ga perlu pusing lah kalau mau minum kopi sore-sore.
  • O iya, agar kalian tidak bolak balik cari makanan untuk ngemil ataupun makan besar, lebih baik kalian sudah membawa makanan dari rumah. Karena, kalian harus turun ke bawah menuju ke mall Kota Kasablanka hanya untuk cari makan.
Beautiful View di Werkspace

So, menurut saya ……

Untuk bekerja harian di Werkspace, menurut saya kurang begitu nyaman karena posisi kursi dan meja tidak proposional. Sehingga, untuk mengetik seharian cukup melelahkan. Tapi, kalau pekerjaan kalian tidak menghabiskan waktu untuk menulis atau membuat proposal, maka hal tersebut tidak terlalu mengganggu. Namun, tempat ini menurut saya OK banget untuk penyewa ruang kantor karena mereka mendapatkan ruangan dengan privacy OK. Dan akses nya pun bisa 24 jam dan weekend pun bisa datang untuk bekerja.

So, karena tipe pekerjaan saya lebih banyak dihabiskan di depan computer, jadi saya lebih memilih coworking space dengan proporsi kursi yang nyaman, terutama untuk duduk yang lama.

Apakah kalian punya pengalaman bekerja di coworking space? Please, share pengalaman kalian ya plus kalau boleh nih, tolong rekomendasiin ya coworking space mana yang OK untuk mendapatkan ide-ide cemerlang.

Thank you for reading.

Published by nikensmartini

I am just a girl who loves all beauty stuffs and traveling. And I am really addicted to a hot cappuccino.

One thought on “Werkspace | Lobby Hotel atau Coworking Space?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: